IndeksPortalCalendarGalleryFAQPencarianAnggotaGroupPendaftaranLogin

 

 Aplikasi - aplikasi pada jaringan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Go down 
Pengirim Message
Admin
Admin
Admin


Posts : 67
Join date : 20.08.09
Age : 21
Location : Ambon

PostSubyek: Aplikasi - aplikasi pada jaringan   August 24th 2009, 12:56

Proxy Server

Proxy server mempunyai kemampuan untuk menghemat bandwidth, meningkatkan keamanan dan mempercepat proses surfing web.



Konsep Dasar



Proxy dapat dipahami sebagai pihak ketiga yang berdiri ditengah-tengah
antara kedua pihak yang saling berhubungan dan berfungsi sebagai
perantara, sedemikian sehingga pihak pertama dan pihak kedua tidak
secara langsung berhubungan, akan tetapi masing-masing berhubungan
dengan perantara, yaitu proxy.


Sebuah analogi; bila seorang mahasiswa meminjam buku di
perpustakaan, kadang si mahasiswa tidak diperbolehkan langsung mencari
dan mengambil sendiri buku yang kita inginkan dari rak, tetapi kita
meminta buku tersebut kepada petugas, tentu saja dengan memberikan
nomor atau kode bukunya, dan kemudian petugas tersebut yang akan
mencarikan dan mengambilkan bukunya. Dalam kasus diatas, petugas
perpustakaan tersebut telah bertindak sebagai perantara atau Proxy.
Petugas tersebut juga bisa memastikan dan menjaga misalnya, agar
mahasiswa hanya bisa meminjam buku untuk mahasiswa, dosen boleh
meminjam buku semua buku, atau masyarakat umum hanya boleh meminjam
buku tertentu.


Mungkin proses tersebut menjadi lebih lama dibandingkan bila kita
langsung mencari dan mengambil sendiri buku yang kita inginkan. Namun
bila saja setiap kali petugas mencari dan mengambil buku untuk
seseorang, si petugas juga membuat beberapa salinan dari buku tersebut
sebelum memberikan bukunya kepada orang yang meminta, dan menyimpannya
di atas meja pelayanan, maka bila ada orang lain yang meminta buku
tertentu, sangat besar kemungkinan buku yang diminta sudah tersedia
salinannya diatas meja, dan si petugas tinggal memberikannya langsung.
Hasilnya adalah layanan yang lebih cepat dan sekaligus keamanan yang
baik.


Analogi diatas menjelaskan konsep dan fungsi dasar dari suatu
proxy dalam komunikasi jaringan komputer dan internet. Proxy server
mempunyai 3 fungsi utama yaitu Connection Sharing, Filtering dan
Caching.



Proxy dalam pengertiannya sebagai perantara, bekerja dalam berbagai
jenis protokol komunikasi jaringan dan dapat berada pada level-level
yang berbeda pada hirarki layer protokol komunikasi jaringan. Suatu
perantara dapat saja bekerja pada layer Data-Link, layer Network dan
Transport, maupun layer Aplikasi dalam hirarki layer komunikasi
jaringan menurut OSI. Namun pengertian proxy server sebagian besar
adalah untuk menunjuk suatu server yang bekerja sebagai proxy pada
layer Aplikasi.



Connection Sharing



Dalam suatu jaringan lokal yang terhubung ke jaringan lain atau
internet, pengguna tidak langsung berhubungan dengan jaringan luar atau
internet, tetapi harus melewati suatu gateway, yang bertindak sebagai
batas antara jaringan lokal dan jaringan luar. Gateway ini sangat
penting, karena jaringan lokal harus dapat dilindungi dengan baik dari
bahaya yang mungkin berasal dari internet, dan hal tersebut akan sulit
dilakukan bila tidak ada garis batas yang jelas jaringan lokal dan
internet. Gateway juga bertindak sebagai titik dimana sejumlah koneksi
dari pengguna lokal akan terhubung kepadanya, dan suatu koneksi ke
jaringan luar juga terhubung kepadanya. Dengan demikian, koneksi dari
jaringan lokal ke internet akan menggunakan sambungan yang dimiliki
oleh gateway secara bersama-sama (connection sharing). Dalam hal ini,
gateway adalah juga sebagai proxy server, karena menyediakan layanan
sebagai perantara antara jaringan lokal dan jaringan luar atau
internet. singkatnya : 1 IP public dapat digunakan oleh banyak user, (
IPv4 sudah hampir habis dipakai....mari kita migrasi ke IPv6 ..... ) selain itu juga untuk melindungi jaringan dalam dari serangan luar.



Filtering



Proxy server juga biasanya menjadi satu dengan firewall server,
meskipun keduanya bekerja pada layer yang berbeda. Firewall atau packet
filtering yang digunakan untuk melindungi jaringan lokal dari serangan
atau gangguan yang berasal dari jaringan internet bekerja pada layer
network, sedangkan proxy server bekerja pada layer aplikasi. Firewall
biasanya diletakkan pada router-router, untuk sehingga bisa melakukan
filtering atas paket yang lewat dari dan ke jaringan-jaringan yang
dihubungkan.


Karena firewall melakukan filtering berdasarkan suatu daftar
aturan dan pengaturan akses tertentu, maka lebih mudah mengatur dan
mengendalikan trafik dari sumber-sumber yang tidak dipercaya. Firewall
juga melakukan filtering berdasarkan jenis protokol yang digunakan
(TCP,UDP,ICMP) dan port TCP atau UDP yang digunakan oleh suatu layanan
(semisal telnet atau FTP). Sehingga firewall melakukan kendali dengan
metode boleh lewat atau tidak boleh lewat, sesuai dengan daftar aturan
dan pengaturan akses yang dibuat. Bila suatu layanan tertentu atau
alamat tertentu merupakan layanan atau alamat yang terpercaya, maka
dapat diatur pada firewall agar paket dari sumber terpercaya
diperbolehkan lewat.


Packet filtering pada firewall mempunyai keunggulan yaitu
kecepatan yang lebih dan tidak memerlukan konfigurasi tertentu pada
pengguna-pengguna yang terhubung. Namun di sisi lain dapat menimbulkan
kesulitan, karena akan sangat sulit bila kita harus membuat satu daftar
aturan yang banyak dan kompleks. Disamping itu, yang bisa dilakukan
firewall hanya memperbolehkan atau tidak memperbolehkan suatu paket
lewat berdasarkan pada alamat IP sumber atau alamat IP tujuan yang ada
pada paket tersebut. Penyerang bisa melakukan memalsukan alamat IP pada
paket (spoofing) emnggunakan alamat IP tertentu yang terpercaya, dan
firewall akan melewatkannya. Penyerang juga dapat melakukan penyadapan
paket (sniffing) dengan relatif mudah untuk mengetahui struktur alamat
IP pada header paket yang lewat di jaringan.


Dalam analogi perpustakaan diatas, filtering pada firewall serupa
dengan petugas perpustakaan menimpan daftar mahasiswa dan dosen yang
terpercaya, dan mereka boleh langsung mengambil sendiri buku yang
diinginkan dari rak. Ini bisa menghasilkan proses sirkulasi buku yang
lebih cepat, namun memerlukan penanganan khusus atas daftar yang
diperbolehkan tersebut. Ini juga beresiko bila ada seseorang yang
menggunakan identitas palsu, sehingga seolah-olah dia adalah salah satu
dari yang ada dalam daftar yang diperbolehkan.


Proxy server menggunakan cara yang berbeda. Proxy server memotong
hubungan langsung antara pengguna dan layanan yang diakases (atau
antara mahasiswa dan buku-buku perpustakaan dalam analogi diatas). Ini
dilakukan pertama-tama dengan mengubah alamat IP, membuat pemetaan dari
alamat IP jaringan lokal ke suatu alamat IP proxy, yang digunakan untuk
jaringan luar atau internet. Karena hanya lamat IP proxy tersebut yang
akan diketahui secara umum di internet (jaringan yang tidak
terpercaya), maka pemalsuan tidak bisa dilakukan ( atau hampir tidak
mungkin..... )



Caching



Fungsi dasar yang ketiga dan sangat penting dari suatu proxy server
adalah caching. Proxy server memiliki mekanisme penyimpanan obyek-obyek
yang sudah pernah diminta dari server-server di internet, biasa disebut
caching. Karena itu, proxy server yang juga melakukan proses caching
juga biasa disebut cache server.


Mekanisme caching akan menyimpan obyek-obyek yang merupakan hasil
permintaan dari dari para pengguna, yang didapat dari internet. Karena
proxy server bertindak sebagai perantara, maka proxy server mendapatkan
obyek-obyek tersebut lebih dahulu dari sumbernya untuk ekmudian
diteruskan kepada peminta yang sesungguhnya. Dalam proses tersebut,
proxy server juga sekaligus menyimpan obyek-obyek tersebut untuk
dirinya sendiri dalam ruang disk yang disediakan (cache).


Dengan demikian, bila suatu saat ada pengguna yang meminta suatu
layanan ke internet yang mengandung obyek-obyek yang sama dengan yang
sudah pernah diminta sebelumnya, yaitu yang sudah ada dalam cache, maka
proxy server akan dapat langsung memberikan obyek dari cache yang
diminta kepada pengguna, tanpa harus meminta ulang ke server aslinya di
internet. Bila permintaan tersebut tidak dapat ditemukan dalam cache di
proxy server, baru kemudian proxy server meneruskan atau memintakannya
ke server aslinya di internet.


Proses caching ini juga tidak kelihatan bagi pengguna
(transparan), karena bagi pengguna tidak tampak siapa sebenarnya yang
yang memberikan obyek yang dimintanya, apakah proxy server yang
mengambil dari cache-nya atau server asli di internet. Dari sisi
pengguna, semua akan nampak sebagai balasan langsung dari internet.


Salah satu proxy yang paling banyak dibahas dan digunakan secara
luas adalah HTTP proxy atau Web proxy. HTTP proxy server merupakan
proxy yang berdiri diantara alokasi web pengguna misalnya web browser
dan web server atau HTTP server.


Ketika pengguna membuka browser dan mengetikkan URL, maka content
yang diminta URL tersebut dinamakan “Internet Object”. Pertama dia akan
bertanya terlebih dahulu ke sebuah DNS (Domain Name Server). DNS akan
mencari IP Address dari URL tersebut dalam databasenya dan memberi
jawaban kepada browser tersebut kembali. Setelah browser mendapatkan IP
Address, maka ia akan membuka hubungan ke port http web server tujuan.
Web server akan mendengarkan adanya permintaan dari browser lalu
memberikan content yang diminta tersebut. Seteleh browser menerima
content maka hubungan dengan web server bias diputus. Content lalu
ditampilkan dan disimpan didalam hardisk.


Content yang disimpan didalam hardisk biasanya disebut cache
object yang natinya akan digunakan jika pengguna kembali mengunjungi
site yang sama, misalnya dengan mengklik tombol back atau melihat
history. Dalam kunjungan berikutnya, browser akan memeriksa validasi
content yang disimpannya, validasi ini dilakukan dengan membandingkan
header content yang ada pada cache object dengan yang ada pada web
server, jika contect belum expired (kadaluwarsa) maka contect tadi akan
ditampilkan kembali ke browser.


Cache object yang disimpan dalam hardisk local ini hanya bias
dipakai oleh pengguna sendirian, tidak bias dibagi dengan pengguna yang
lainnya, lain hal jika content tersebut disimpan pada sebuah server,
dimana semua computer terhubung dengan server tersebut, maka cache
object tersebut bias dipakai bersama-sama, server tersebutlah yang
nantinya akan dinamakan cache server atau proxy server.


Cache server diletakkan pada titik diantara klien dan web server .
Pada contoh diatas klien akan meminta content dari suatu web server ke
cache server, tidak langsung ke web server tujuan. Cache server inilah
yang bertanggung jawab untuk mendownload content yang diminta dan
memberikannya pada klien. Content tadi disimpan pada hardsik local
cache server. Lain waktu, ada klien yang meminta content yang sama,
maka cache server tidak perlu mengambil langsung dari server tujuan
tapi tinggal memberikan content yang sudah ada. Disinilah letak
optimasi cache server tersebut.


Ada dua jenis metode caching, yaitu pasif dan aktif. Seperti telah
kita ketahui, object yang disimpan bisa saja mencapai expired, untuk
memeriksanya dilakukan validasi. Jika validasi ini dilakukan setelah
ada permintaan dari klien, metode ini disebut pasif. Pada caching
aktif, cache server mengamati object dan pola perubahannya. Misalkan
pada sebuah object didapati setiap harinya berubah setiap jam 12 siang
dan pengguna biasanya membacanya jam 14, maka cache server tanpa
diminta klien akan memperbaharui object tersebut antara jam 12 dan 14
siang, dengan cara update otomatis ini waktu yang dibutuhkan pengguna
untuk mendapatkan object yang fresh akan semakin sedikit.


Pada kondisi tertentu, kapasitas penyimpanan akan terkuras habis
oleh object. Namun cache server mempunyai beberapa metode penghapusan
untuk menjaga kapasitas tetap terjaga, sesuai dengan kopnfigurasi yang
telah ditetapkan. Penghapusan ini didasarkan pada umur dan kepopuleran,
semakin tua umur object akan tinggi prioritasnya untuk dihapus. Dan
juga untuk object yang tidak popular akan lebih cepat dihapus juga.


Hirarki Cache



Antara cache server bisa terjalin saling kerja sama. Protokol “kerja
sama” ini bernama Internet Cache Protocol (ICP). Dengan ICP, sistem
cache bias mempunyai hirarki. Hirarki dibentuk oleh dua jenis hubungan,
yaitu parent dan sibling.


Parent :cache server yang wajib mencarikan content yang diminta oleh klien



Sibling :cache server yang wajib memberikan content yang diminta jika
memang tersedia. Jika tidak, sibling tidak wajib untuk mencarikannya


Dari dua hubungannya ini, sistem cache bisa didesain secara
bertingkat. Misalkan dalam mendesain sebuah ISP atau network kampus,
anda bisa mempunyai lebih dari satu cache server yang saling sibling
satu dengan yang lainnya.



Skenario lainnya misalkan antara cache kantor pusat dan kantor
cabang, dimana kantor pusat terletak di gateway internet. Parent kantor
pusat selain digunakan network lokalnya, juga dibebani trafik yang
berasal dari cache server milik kantor cabang.


Hubungan jenis ini bersifat ketergantungan penuh, cache child (cache
server) mau tidak mau harus meminta kepada parent, dan parent pun
berkewajiban untuk memenuhi permintaan child tanpa kecuali, pada
kondisi ada atau tidaknya object yang diminta di dalam hardsiknya. Dan
bagi child, bila parent tidak bias memenuhi permintaan, maka cache
child akan memberikan pesan error pada browser klien bahwa URL maupun
content yang diminta tidak dapat diambil.
Kembali Ke Atas Go down
Lihat profil user http://smk7ambon.forumotion.com
 

Aplikasi - aplikasi pada jaringan

Topik sebelumnya Topik selanjutnya Kembali Ke Atas 
Halaman 1 dari 1

Permissions in this forum: Anda tidak dapat menjawab topik
SMK NEGERI 7 AMBON :: ILMU KOMPUTER :: JARINGAN -
Free forum | © phpBB | Free forum support | Kontak | Report an abuse | Create a free blog